Minggu, 14 April 2013

Resum. BAB.2 AKUNTANSI UNTUK PIUTANG



BAB 2. AKUNTANSI UNTUK PIUTANG
Ø  JENIS-JENIS PIUTANG
Piutang timbul apabila perusahaan melakukan `penjualan barang atau jasa secara kredit kepada pihak lain. Piutang merupakan tagihan si penjual kepada pembeli sebesar nilai transaksi penjualan. Piutang bias timbul apabila perusahaan memberikan pinjaman sejumlah uang kepada pihak lain.piutang merupakan milik perusahaan dan dengan demikian merupakan aset perusahaan. Setiap transaksi piutang selalu melibatkan dua pihak yaitu :
1.      Kreditur, yaitu pihak yang mendapat piutang/ tagihan (sebuah aset)
2.      Debitur,yaitu pihak yang berkewajiban membayar utang (sebuah kewajiban)
Piutang usaha adalah tagihan perusahaan kepada konsumen yang melakukan transaksi secara kredit. Perusahaan biasanya mengharapkan akan dapat menerima kas dari transaksi tersebut dalam waktu 30-60 hari.
Piutang wesel adalah tagihan perusahaan yang didukung dengan instrument formal sebagai bukti tagihan yang disebut surat wesel.piutang wesel memiliki jangka waktu pelunasan yang lebih panjang daripada piutang usaha yaitu sekitar 60-90 hari atau bahkan lebih panjang.dengan kewajiban bagi si debitur untuk membayar Bungan piutang wesel dan piutang usaha yang timbul dari transaksi penjualan secara kredit.
Piutang lain-lain,mencakup semua tagihan yang bukan piutang usaha.termasuk dalam jenis piutang ini adalah piutang yang timbul dari pemberian pinjaman kepada pihak lain.
Ø  PIUTANG USAHA
Masalah akuntansi yang berkaitan dengan piutang usaha meliputi tiga hal, yaitu:
1.      Pengakuan piutang usaha
2.      Penilaian piutang usaha
3.      Penyelesaian piutang usaha

Ø  PENGAKUAN PIUTANG USAHA
Pengakuan piutang usaha biasanya relative sederhana. Jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi dalam pembukuan.

Contoh:
April.1
Piutang usaha………………………
Rp.1.000.000


Penjualan…………………………….
(untuk mencatat penjualan kredit)

Rp.1.000.000

April 5
Retur dan potongan penjualan……
Rp.100.000


Piutang usaha……………………….
(untuk mencatat retur penjualan)

Rp.100.000

Apil 11
Kas…………………………………………
Rp.882.000


Piutang usaha……………………….
         18.000


(untuk mencatat  penerimaan piutang)

Rp. 900.000

Setelah ayat-ayat jurnal dibukukan kebuku besar, maka akun piutang usaha dibuku besar akan Nampak sebagai berikut:
Piutang Usaha
April.1                   Rp.1.000.000
April 5                Rp.100.000

April 11              Rp.900.000

Ø  PENGENDALIAN INTERN ATAS PENERIMAAN PIUTANG
Penjuallan kredit mengandung resiko bagi perusahaan yang berupa kerugian yang harus diderita apabila debitur tidak membayar kewajibannya.oleh karena itu pengendalian interen atas piutang sangatlah penting. Agar tercipta pengendalian interen yang baik atas penerimaan kas dari piutang ,bagian kredit tidak boleh merangkap sebagai penerima pelunasan piutang.
Ø  PENILAIAN PIUTANG USAHA
Sesuai dengan prinsip akuntansi, perusahaan harus melaporkan piutang usaha sebagai aset.kesulitan sering dijumpai dalam menentukan jumlah rupiah yang akan dilaporkan, karena sebagian piutang kadang-kadang tidak tertagih.

Ø  KERUGIAN PIUTANG
Diatas telah disebutkan bahwa penjualan secara kredit disamping mendatangkan keuntungan,juga biasa membawa kerugian bagi perusahaan. Dalam akuntansi,kerugian akibat piutang tak dapat ditagih dicatat dengan mendebet akun kerugian piutang. Ditinjau dari sudut pandang manajemen, adanya kerugian piutang dalam jumlah yang wajar menunjukan bahwa kebijakan kredit yang ditetapkan perusahaan sudah tepat.
Ø  METODA PENGHAPUSAN LANGSUNG
Dalam metoda ini kerugian piutang akan dicatat pada saat perusahaan mendapat kepastian bahwa suatu piutang kepada debitur tertentu tidak akan dapat ditagih. Apabila suatu piutang diyakini tidak akan dapat ditagih lagi, maka kerugian akibat tidak tertagihnya piutang tersebut langsung didebetkan ke dalam akun kerugian piutang dan akun piutang usaha kredit.
Dalam metoda ini ,akun beban kerugian piutang hanya akan menunjukan jumlah kerugian yang sesungguhnya dan asetbpiutang usaha akan dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah brutonya.
Ø  METODA CADANGAN
Dalam metoda cadangan untuk akuntansi atas piutang tak tertagih, perusahaan akan menaksirkan besarnya piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih pada setiap akhir tahun.
Prinsip akuntansi menegaskan bahwa metoda cadangan sebaiknya digunakan apabila kerugian piutang berjumlah signifikan (material) ada tiga hal penting yang terkandung dalam metoda ini :
1.      Perusahaan menaksirkan jumlah piutang yang diperkirakan tak tertagih.
2.      Perusahaan mendebet taksiran kerugian kedalam akun kerugian piutang dan mengkredit akun cadangan kerugian piutang melalui jurnal penyesuaian yang dibuat pada setiap akhir periode.
3.      Apabila perusahaan akan menghapus piutang tertentu yang sudah tidak dapat ditagih lagi,maka jumlah yang sesungguhnya tidak dapat ditagih tersebut didebetkan ke akun cadangan kerugian piutang dan jumlah yang sama dikreditkan ke akun piutang usaha.

Ø  DASAR YANG DIGUNAKAN DALAM METODA CADANGAN
Untuk menaksir jumlah piutang yang tidak dapat ditagih, manajemen dapat menggunakan dua dasar yaitu: 1. Persentase dari penjualan dan 2. Persentase dari piutang.

1.       Persentase dari Penjualan
Dalam dasar persentase dari penjualan, manajemen menetapkan suatu hubungan persentase antara jumlah penjualan kredit dengan taksiran kerugian yang mugkin diderita karena adanya piutang tak tertagih.
Sebagai contoh, misalnya PT Muria memilih dasar persentase dari penjualan dan memperkirakan bahwa piutang sebesar 1% dari penjualan kredit bersih tidak akan tertagih.
2.       Persentase dari Piutang
Manajemen menetapkan suatu hubungan persentase antara jumlah piutang dengan jumlah kerugian akibat adanya piutang yang tidak tertagih.
Dalam daftar ini debitur (konsumen) dikelompokkan berdasarkan masa lewat waktu,yaitu jangka waktu waktu sejak piutang tersebut seharusnya diterima hingga tanggal pembuatan daftar umur piutang.

v  PELEPASAN PIUTANG
Perusahan bersedia untuk melepaskan piutang kepada pihak lain karena beberapa alasan. Oleh karena itu perusahaan bersedia menerima kas yang lebih kecil dari jumlah yang seharusnya diterima dari piutang, asalkan kas dapat diterima lebih cepat. Di indonesia penjualandan penggadaian piutang telah mulai dikenal,walaupun belum populer.
A.      Penjualan piutang
Penjualan piutang yang lazim terjadi adalah menjual piutang kepada suatu factor yaitu suatu lembaga keuangan atau bank yang bersedia membeli piutang dari perusahaan-perusahaan dan selanjutnya menerima pembayaran atas piutang tersebut daribsi debitur.
Sebagai contoh, misalkan pada tanggal 2 April 2011,PT Merdeka menjual (factor) piutang senilai Rp60.000.000,00 kepada sebuah lembaga keuangan.
Namun apabila transaksi semacam ini jarang terjadi,beban komisi biasanya diperlakukan  sebagai beban lain-lain dalam laporan laba-rugi.
B.      Penjualan dengan kartu kredit
Pada dasarnya penjual lebih senang untuk melakukan penjualan secara tunai karena kas segera diterima pada saat penjualan terjadi. Jenis-jenis kartu yang paling sering dijumpai adalah visa,master card,dan American Express.
Ada tiga pihak yang terlibat apabila digunakan kartu kredit dalam transaksi penjualan secara eceran,yaitu: (1) Penerbit kartu kredit,(2) Penjual/Pengecer,
(3) Pembeli/komsumen.
1)      Penerbit kartu kredit. Kartu ini dapat digunakan di seluruh untuk melakukan transaksi dengan pengecer (merchant) yang telah berkerjasama dengan penerbit kartu kredit.
2)      Penggunaan kartu kredit. Apabila pengecer akan menerima pembayaran dengan kartu kredit dari konsumen,maka mesin akan mengeluarkan slip yang memuat informasi tentang nama perusahaan pengecer.
3)      Pembayaran kartu kredit oleh pemegang kartu. Pemegang kartu kredit bisa segera membayar penuh di bank yang bersangkutan (tanpa bunga), atau bisa juga mengangsurnya.
4)      Pembayaran Tagihan oleh penerbit kartu ke pengecer(merchant).
Penjualan atau merchent mengumpulkan slip – slip penggunaan kartu kredit selama suatu masa tertentu.Secara periodik penjualan menunjukkan permintaan pembayaran kepada bank penerbit kartu dengan melampirkan semua bukti (slip).Atas pengajuan permintaan tersebut.

v  PIUTANG WESEL
Dalam dunia bisnis dikenal jenis piutang yang lain,yaitu apa yang disebut wesel dan promes.

1)      Surat wesel (wesel adalah surat berharga yang berisi perintah dari si penarik).
2)      Surat promes (promes adalah surat janji untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu).
  
                 Perbedaan antara wesel dengan promes adalah sebagai berikut:
                     WESEL
                       PROMES
a)      Wesel adalah surat perintah untuk membayar.
b)      Penarik dan yang berkepentingan terdiri atas dua pihak.
c)       Yang membuat adalah pihak mempunyai piutang.
d)      Memerlukan akseptasi.
a)       Promes adalah surat janji untuk membayar.
b)      Penarik dan yang berkepentingan berada di suatu tangan.
c)       Yang membuat adalah pihak yang beruntung.
d)      Tidak memerlukan askseptasi



        Wesel biasanya digunakan:
(1)    Apabila seseorang atau perusahaan meminjam uang.
(2)    Apabila jumlah rupiah transaksidan jangka wktu pinjaman /kredit melebihi batas nominal.
(3)    Sebagai penyelesaian suatu piutang usaha.

Dalam bidang-bidang industri tertentu,semua penjualan kredit selalu didukung dengan surat wesel.
Masalah-masalah pokok dalam akuntansi untuk piutang wesel,sama seperti halnya dalam piutang,yaitu:
(1)    Pengakuan piutang wesel.
(2)    Penilaian piutang wesel.
(3)    Penyelesaian piutang wesel.

v  PENENTUAN TANGGAL JATUH TEMPO
Saat jatuh tempo (tanggal harus dibayar) sebuah surat wesel dapat dinyatakan dengan tiga cara:
1)      Atas penagihan.
2)      Pada tanggal tertentu.
3)      Pada akhir masa tertentu.

                Apabila jangka waktu sebuah wesel dinyatakan dalam bulan,maka tanggal jatuh dihitung dengan jumlah bulan dari tanggal penarikan wesel sebagai contoh,tanggal jatuh wesel yang berjangka waktu 3 bulan yang tanggal penarikannya 1 Mei adalah Agustus.

v  WESEL BERBUNGA DAN WESEL TIDAK BERBUNGA
Wesel dapat dibedakan menjadi wesel berbunga dan wesel tidak berbunga.suatu wesel disebut wesel berbunga apabila dalam wesel disebutkan suatu tingkat bunga tertentu,sedangkan wesel tidak berbunga adalah wesel yang tidak menyebutkan suatu tingkat bunga tertentu.
   Seperti yang telah disebutkan diatas,piutang wesel biasanya timbul karena adanya penjualan kredit atau perusahaan memberikan pinjaman uang kepada orang atau perusahaan lain.
 Perlakuan akuntansi terhadap wesel berbunga dengan wesel tidak berbunga agak berbeda disebabkan oleh adanya unsur bunga ini.

v  PERHITUNGAN BUNGA
Rumus dasar untuk menghitung bunga pada wesel berbunga adalah sebagai berikut:

(Nilai Nominal wesel   X   Tingkat bunga pertahun  X   jangka waktu/tahun  X   = Bunga)

Tingkat bunga yang tertulis dalam surat wesel adalah tingkat bunga setahun.Faktor jangka waktu dalam perhitungan waktu diatas,dinyatakan dalam pecahan dari setahun, misalnya 3 bulan ditulis menjadi 3/12.

v  PENGAKUAN PIUTANG WESEL
Suatu piutang wesel mungkin timbul (1) bersamaan dengan transaksi penjualan,atau (2) pemberian pinjaman uang, atau (3) karena perubahan dari piutang usaha menjadi piutang wesel.
(1)    Piutang wesel dari penjualan kredit
Perusahaan mencatat piutang sebesar nilai nominalnya, yaitu nilai yang tercantum dalam surat wesel.pada saat ini perusahaan belum mencatat pendapatan bunga,karena prinsip pengakuan pendapatan tidak akan mengakui pendapatan tersebut diperoleh.
(2)    Piutang wesel dari pemberian pinjaman
     Misalkan pada tanggal 1 mei 2012,PT Nusa Indah memberikan pinjaman uang kepada CV Barito sebesar Rp5.000.000,00. Untuk itu CV Barito menyerahkan selembar promes,60 hari,bunga 12%.Jurnal yang dibuat oleh PT Nusa Indah untuk mencatat timbulnya piutang wesel dan pengeluaran kas adalah sebagai berikut :

Mei 1
Piutang wesel…..........
Rp5.000.000,00


         Kas……………………
(untuk mencatat pengakuan piutang wesel kepada CV Barito)

Rp5.000.000,00

(3)    Piutang wesel dari perubahan piutang usaha
Misalkan PT Merapi mempunyai piutang usaha kepada PT Sindoro sebesar Rp10.000.000,00 yang jatuh pada tanggal 30 juni 2012.pada tanggal 1 juni 2012,PT Sindoro minta kepada PT Merapi agar kewajibannya diubah dengan menyerahkan sebuah promes bernilai nominal Rp10.000.000,00, bunga 18%,jangka waktu 90 hari. Apabila hal tersebut disetujui oleh PT Merapi,maka jurnal yang dibuat dalam pembukuan PT merapi adalah sebagai berikut:
Juli 1
Piutang wesel…………
Rp10.000.000,00


    Piutang Usaha…….
(untuk mencatat pengakuan piutang wesel kepada PT Sindoro)

Rp10.000.000,00

v  PENILAIAN PIUTANG WESEL
Seperti halnya piutang usaha, piutang wesel juga harus dilaporkan menurut nilai kas (neto) yang direalisasi.Akun cadangan untuk piutang wesel adalah akun cadangan kerugian piutang. Perhitungan dan penaksiran kerugian piutang wesel dan pencatatan kerugian piutang beserta cadangan  kerugian piutang untuk wesel,persis sama seperti piutang usaha.

v  PENYELESAIAN DAN PENGALIHAN PIUTANG WESEL
Penerimaan pelunasan wesel
Suatu wesel dikatakan dilunasi apabila wesel tersebut dibayar secara penuh pada tanggal jatuhnya.untuk wesel berbunga,jumlah yang melunasi meliputi nilai nominal wesel ditambah dengan bunga selama jangka waktu wesel tersebut.

Piutang wesel Tak dapat ditagih
Suatu wesel dikatakan tak dapat ditagih apabila wesel tersebut tidak dibayar dalam jumlah penuh pada tanggal jatuhnya.wesel yang tak dapat ditagih tidak dapat dialihkan dan oleh karenanya harus diubah menjadi piutang usaha.
Pengalihan piutang wesel
Surat wesel adalah surat berharga yang bisa dipindahtangankan,artinya wesel bisa dialihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain,dan dengan demikian bisa dijual untuk mendapatkan kas.
     Penjualan piutang wesel sebelum tanggal jatuhnya disebut pendiskontoan piutang wesel karena pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya lebih kecil dari pada nilai jatuh wesel yang bersangkutan.

v  PIUTANG WESEL DENGAN ANGSURAN
Wesel yang pembayarannya diangsur selama jangka waktu wesel,piutang semacam ini disebut piutang wesel dengan angsuran karena wesel ini memiliki periode untuk mengansur pokok pinjaman dan bunga selama jangka waktu tertentu dimasa yang akan datang. setiap penerimaan angsuran akan terdiri dari (1) bunga dari pokok pinjaman yang belum dibayar, dan (2) pengurangan atas pokok pinjaman. Pendapatan bunga setiap periode angsuran semakin menurun, sedangkan angsuran pokok pinjaman semakin bertambah.

v  PENYAJIAN PIUTANG DALAM NEGARA
Apabila perusahaan mempunyai berbagai jenis piutang, maka piutang dalam neraca harus diklasifikasi menurut jenisnya, atau dalam catatan atas laporan keuangan.Wesel jangka pendek (kurang dari setahun) dicantumkan dalam neraca dibawah investasi sementara pada bagian asset lancar.Selain itu, piutang wesel juga harus dilaporkan dalam jumlah bruto maupun cadangan kerugian piutangnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar